Rabu, 10 September 2014

Banyak ”Godaan” di Otobursa Tumplek Blek!

Jakarta, KompasOtomotif – Otobursa Tumplek Blek (OTB), ajang kumpul dan pusat jual-beli onderdil dan produk otomotif tahunan kembali digeber Sabtu-Minggu, 10-11 Mei 2014, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan. Tema ”Tanpa Batas” diusung sebagai simbol bahwa event ini bisa jadi penghubung antar komunitas dan pebisnis dengan taraf internasional.

”Tanpa batas bisa mengandung banyak arti, termasuk lahirnya banyak komunitas baru, produk otomotif dengan harga bervariasi, demografi tanpa pembeda antara pria dan wanita, yang bisa mengunjungi acara ini. OTB sudah dua tahun menjadi bagian dari ’Enjoy Jakarta’ yang menjadi pameran onderdil terbesar di Asia Tenggara,” ujar Erwin Siregar, Director Otomotif Group.

Konsep OTB adalah mengakomodir kebutuhan semua level status publik untuk memberikan barang-barang otomotif berkualitas dengan harga terjangkau. OTB identik dengan lapak yang seru, penuh dengan onderdil, aksesori atau pun terbentuknya komunitas otomotif dan pecinta hobi.

517 lapak siap dijelajahi, dengan area 5,8 hektar. Tak hanya onderdil, berbagai produk otomotif termasuk mobil, sepeda motor, komponen dan onderdil baru juga akan banyak dipajang. ”Godaan” yang wajib diberi perhatian adalah hadiah satu unit Suzuki Karimun Wagon R yang diundi untuk pengunjung dengan pembelian minimal Rp 100 ribu.

Tahun ini, dengan konsep yang baru dan lahan yang lebih luas, diharapkan pengunjung semakin banyak. Pada 2012, sekitar 71.500 pengunjung berinteraksi. Tahun lalu, sekitar 63 persen pengunjung datang kembali dari total 76.000 orang. Harapan tahun ini pengunjung mencapai 78.000 orang.
Read More

Selasa, 09 September 2014

Toyota dan Nissan Makin Berseberangan

Yokohama, KompasOtomotif — Dalam beberapa bulan terakhir, Toyota Motor Corporation dan Nissan Motor Corporation semakin memperlebar jurang pemisah dalam pandangan kendaraan ramah lingkungan di masa depan. Toyota bertaruh dengan teknologi hibrida dan sel bahan bakar (fuel cell), sementara Nissan semakin "pede" dengan mobil listrik.

Nissan berambisi menjadi pemimpin di pasar mobil listrik dunia. Sementara itu, Toyota ingin memperluas dominasinya di segmen hibrida. Awal Juni lalu, Nissan menyatakan sudah menyiapkan empat mobil listrik murni, menyisakan dua model lagi setelah Leaf dan e-NV200 yang baru saja diluncurkan ke pasar.

Di sisi lain, Toyota memastikan menghentikan produksi mobil listriknya setelah mengakhiri kerja sama dengan Tesla Motors Incorporated, untuk merakit RAV4 listrik, mulai tahun ini.

"Ketika hal itu berhubungan dengan teknologi bebas emisi, kami bisa dibilang sangat religius. Kami akan menjadi pemimpin pertama di bidang ini. Tanpa diragukan, itu posisi kami," ujar Andy Palmer,Chief Planning Officer Nissan, dilansir Automotive News Minggu (22/6/2014).

Komitmen
Kedua perusahaan menyatakan bahwa mereka mengembangkan teknologi ramah lingkungan, yang sesuai dengan berbagai karakteristik jalan di dunia. Namun, keduanya benar-benar berkomitmen tinggi, ditunjukkan dengan jumlah investasi besar yang digelontorkan pada masing-masing proyek. Nissan fokus menggarap mobil listrik, sementara Toyota tetap fokus pada hibrida.

Setiap langkah yang diambil kedua merek terbilang berisiko. Mobil listrik masih dihantui masalah harga mahal dan jarak tempuh yang terbatas, sedangkan hibrida juga masih mahal dan mulai mendapat tantangan dari mesin konvensional berteknologi baru yang berkapasitas lebih kecil tetapi juga irit bahan bakar.

Dengan kata lain, volume penjualan kedua jenis kendaraan masih akan terbatas di masa depan. Penjualan hibrida dan mobil listrik diprediksi hanya mencakup 7 persen dari total penjualan mobil global pada 2020, menurut lembaga peneliti IHS Automotive.

"Faktor terpenting adalah siapa yang mau membeli mobil-mobil ini. Prediksi kami bisa lebih rendah dari apa yang Anda perkirakan," ujar Atsushi Ishii, Manajer Senior IHS Automotive.
Target
Nissan, misalnya, sudah pernah malu karena gagal dua kali mencapai target penjualan mobil listrik yang sudah ditetapkan. Bahkan, sejumlah pihak masih banyak yang meragukan kalau Nissan bersama aliansinya, Renault, mampu mencapai penjualan 1,5 juta unit sampai akhir tahun fiskal 2017.

Pasalnya, sejak diluncurkan perdana Desember 2010 sampai April 2014, total penjualan Leaf baru tercatat 155.682 unit. Sementara itu, untuk model terbarunya, e-NV200, Andy Palmer masih malu-malu untuk menyampaikan. Kendaraan multiguna ini mulai dijual Juni 2014 di Eropa, disusul Jepang (Oktober), dan Amerika Utara masih belum diputuskan.

Andy menekankan kalau Toyota butuh lima tahun untuk menembus 100.000 unit penjualan hibrida di dunia setelah mulai memasarkannya 1997. Sementara itu, Leaf sudah berhasil menjual 119.000 unit hanya dalam tiga setengah tahun.

"Saya tidak percaya kalau hibrida jadi obat mujarab saat ini. Memang bukan karena tidak terbukti sukses di Amerika Serikat, di Inggris. Cukup membuktikan kalau 'hibridadisasi' tidak sukses, teknologi ini tidak menyelesaikan masalah karena masih punya knalpot, menghasilkan emisi," beber Palmer.

Hidrogen
Kini, Toyota tengah fokus mengembangkan teknologi sel bahan bakar hidrogen yang bebas emisi. Produsen mobil terbesar di dunia ini bahkan sudah siap melepas model perdananya ke pasar tahun depan dan akan memenuhi standar mandat pemerintah kota California terhadap teknologi bebas emisi.

Untuk menyukseskan ini, Toyota berdampingan dengan teknologi hibrida yang sudah lebih dulu ada di pasar dan mobil listrik dari kompetitior. IHS memprediksi mobil hibrida 6 persen pada 2020 dari posisi saat ini 3 persen terhadap total penjualan global, sedangkan mobil listrik porsinya hanya 1 persen dan belum ada prediksi untuk hidrogen.

Dominasi pasar justru masih berasal dari mesin konvensional berteknologi baru yang lebih irit dan kecil kapasitasnya, mencakup 93 persen. Teknologi stop-start, mengurangi jumlah silinder, dan turbo jadi solusi paling cepat bagi emisi lebih baik.
Read More

Hyundai Tucson Edisi "Angker" Siap Dijual

Los Angeles, KompasOtomotif – Setelah tampil pada Los Angeles Auto Show tahun lalu, Hyundai siap memasarkan Tucson edisi khusus dengan tema ”The Walking Dead” mulai bulan ini. Serial horor laris di Amerika Serikat yang kini berusia satu dekade itu dijadikan salah satu varian, karena berpotensi menarik minat dan menaikkan citra Hyundai.

Sebenarnya, produsen asal Korea Selatan itu sudah mulai menggandeng nama ”The Walking Dead” sejak 2012. Kini penggemar tak hanya bisa menikmati serial di televisi atau komik, tetapi juga menyimpannya di garasi.

Mobil istimewa ini mempunyai upgrade unik dengan tema zombie di sejumlah titik, mulai dari lantai sampai karpet di bagian bagasi. Roof rack memberikan ruang tambahan perlengkapan outdoor, sementara mudguard, dek custom dan karpetnya memastikan mobil ini tetap bersih.
Penumpang bakal menemui ”Zombie Survival Kit” seperti tas survival Walking Dead 72 jam (item penting untuk mencegah zombie), Walking Dead Tucson Quick Reference Guide untuk memandu seluruh fitur pada mobil. Para penggemar pasti familiar dengan seri pilihan yang akan ditawarkan Hyundai, yaitu Hilltop, Kingdom, Saviors, dan Survivors.

Model ini diperkuat mesin 2.400 cc Theta II, Gasoline Direct Injection (GDI), dan sederet fitur termasuk LED, pengatur suhu dua zona, sistem audio premium dengan HD Radio™ technology. Unit ini juga tersambung dengan Assurance Connected Care seperti bantuan darurat SOS selama 3 tahun.

Hyundai menyatakan bahwa edisi spesial ini akan diproduksi sangat terbatas. Sayang, tidak disebutkan jumlah unit yang akan diproduksi. Harga resmi juga belum dipublikasikan.
Read More

Senin, 08 September 2014

Tren Mobil Hijau Mulai Menjamur di ASEAN

Jakarta, KompasOtomotif - Penjualan mobil ramah lingkungan atau berteknologi hijau, tumbuh semakin pesat di kawasan negara anggota ASEAN. Bahkan tahun ini, pasarnya melesat hingga 90 persen, didorong oleh suksesnya program Eco Car di Thailand, melesatnya hibrida di Malaysia, dan LCGC di Indonesia.

Lonjakkan penjualan ini berkali-kali lipat lebih tinggi ketimbang seluruh volume industri yang cuma naik 17 persen di ASEAN. Lembaga peneliti Frost and Sullivan memprediksi tren ini tetap akan naik dalam bebearpa tahun mendatang, didorong oleh semakin besarnya penjualan LCGC di Indonesia dan mulai bergulirnya insentif Malaysia pada kendaraan hemat bahan bakar di negaranya.

"Mobil murah di ASEAN berlari sangat cepat. Pada 2009, cuma mencakup 1,7 persen, tapi di 2013 sudah melesat sampai 11,5 persen terhadap pasar. Tahun lalu, penjualan mobil hijau terbanyak datang dari Thailand sampai 67 persen terhadap total pasar, disusul LCGC buatan Indonesia," jelas Masaki Honda.
Domestik
Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, tren yang terjadi di ASEAN juga tercermin dari kondisi pasar di domestik Indonesia. Jika melihat komposisi pasar mobil Indonesia pada 2013, dominasi pasar masih dikuasai jenis MPV hingga 43 persen. Tapi, seiring perkembangan waktu porsi penjualan mobil kompak (hatchback dan mobil kota) terus menunjukan tren kenaikkan.

Dijelaskan, beberapa faktor menyebabkan mulai ada pergeseran di pasar. Terutama, menyangkut masalah defisit impor bahan bakar minyak yang terus mencekik, membuat defisit APBN. Selain itu, masyarakat terutama konsumen mulai sadar kalau pemborosan BBM bisa dialami kalau harga bensin naik, macet, dan mobilisasi.

"Pergeseran ini merupakan pertemuan antara kebutuhan dan kebijakan pemeirntah. Jadi sekarang konsumen lebih memilih mobil kompak karena lebih irit, bisa masuk ke jalan-jalan kecil, parkir mudah, dan didukung kebijakkan pemerintah melalui LCGC," beber Samulo.

Tahun ini, Toyota Indonesia memprediksi kalau porsi penjualan mobil kompak akan kembali membesar menjadi 24,3 persen dari posisi tahun lalu cuma 13,9 persen. Sementara MPV yang tadinya 43,5 persen menyusut tinggal 40,7 persen. Toyota memprediksi kalau total penjualan mobil tahun ini naik tipis 1,235 juta unit dari tahun lalu 1,219 juta unit.
Read More

Suzuki Gelar Ajang Kumpul 500 Karimun

Jakarta, KompasOtomotif – Suzuki Indomobil Sales (SIS) menggelar ajang kumpul besama keluarga besar pemilik Karimun (Jabodetabek), yang dihelat di Taman Budaya, Sentul City, Jawa Barat, Sabtu (10/5/2014).  Acara bertajuk “Jalan – Jalan Karimun Wagon R” ini diikuti seluruh model, mulai generasi pertama yang lahir pada 1999 hingga model LCGC, Karimun Wagon R.
Mobil kompak alias “kei car” dengan body “boxy”ini tidak hanya punya nama di negara asalnya, Jepang, tapi juga di Indonesia. Jejak karir Karimun telah membekas sejak 1999. Delapan tahun kemudian, SIS meluncurkan Karimun Estilo dengan mesin (4-silinder) yang bertahan 2007-2009.

Setahun kemudian, generasi terbaru Karimun New Estilo (3-silinder) lahir, namun akhirnya diputuskan untuk berhenti dipasarkan pada 2012. Pada 10 November 2013, Karimun lahir kembali. Namun kali ini menempati segmen LCGC, dengan nama Karimun Wagon R.
“Target kami 500 mobil, tapi ternyata yang datang di luar ekspektasi, lebih dari 560,” ucap Direktur Pemasaran dan Pengembangan Jaringan SIS, Davy J Tuilan.
Peserta berasal dari wilayah Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi. Sepanjang hari, seluruh pengunjung mendapatkan berbagai fasilitas, diantaranya, pelatihan tentang keselamatan berkendara, games untuk anggota keluarga, test drive Karimun Wagon R, hiburan panggung, dan beragam hadiah.
Pagelaran ini merupakan wujud nyata komitmen SIS merajut kembali interaksi dengan komunitas pemilik mobil Suzuki. Makmur, Head of 4W Brand Development SIS, mengatakan, acara seperti akan digelar di 35 kota-kota besar lainnya. Tidak hanya buat Karimun, acara untuk komunitas model lain pun sedang dikembangkan. 
Read More

Pasar Mobil Indonesia Libas Thailand Tahun Ini

Jakarta, KompasOtomotif - Lembaga peneliti, Forst and Sullivan, memprediksi kalau pasar mobil Indonesia akan melibas Thailand, untuk kedua kalinya tahun ini, setelah sebelumnya terjadi pada 2011. Penjualan Indonesia tahun ini diprediksi naik 6,5 persen menjadi 1,310 juta unit dari periode sebelumnya cuma 1,230 juta unit.

Sedangkan Thailand penjualannya akan anjlok 11,7 persen menjadi tinggal 1,175 juta unit dari tahun sebelumnya 1,325 juta unit. Masaki Honda, Peneliti Senior Frost and Sullivan, mengatakan, penurunan ini terjadi karena kondisi pasar di Thailand yang menyusut.

"Pasar Thailand diprediksi turun lebih dalam karena dampak negatif dari berakhirnya skema pembelian mobil pertama dan tidak stabilnya kondisi politik negara," jelas Honda, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (23/6/2014).

Penurunan pasar di anggota negara-negara ASEAN, praktis hanya akan dialami Thailand. Sementara, Malaysia dan sisa negara ASEAN lain justru naik. Meski terjadi gejolak di beberapa pasar utama, tapi total pasar mobil di perkumpulan negara di Asia Tenggara ini diperkirakan tetap stagnan tahun ini, berkisar 3,5 juta unit sama seperti 2013.

"Indonesia akan menjadi pasar terbesar di 2014, dengan komposisi pasar di ASEAN naik menjadi 37 persen dari sebelumnya 35 persen, sementara Thailand turun dari 37 persen menjadi tinggal 33 persen," beber Honda.

Teknologi hijau
Ke depan, baik Thailand, Indonesia, maupun Malaysia mulai berlomba-lomba mengembangkan kebijakan lokalisasi mobil ramah lingkungan. Pemerintah Indonesia sudah menggulirkan program LCGC sejak September 2013, berhasil terjual 51.000 unit (2013). Sementara dalam empat bulan pertama tahun ini penjualannya sudah mencapai 70.000 unit.

Dari Malaysia, menggulirkan program National Automotive Policy yang fokus mengembangkan kendaraan hemat energi berteknologi tinggi seperti hibrida. Sementara, Thailand kembali mencanangkan program Eco Car jilid kedua untuk kembali mendongkrak kapasitas dan investasi ke dalam negeri.

Dengan berlakunya kesepakatan ASEAN Economic Community, maka ketiga negara akan saling bersaing mengirimkan mobil hasil produksinya ke negara lain. Noegardjito, Sekertaris Umum Gaikindo, menjelaskan, selain LCGC Indonesia punya kekuatan dalam memproduksi MPV, pikap, dan truk ringan

Ketiga model ini akan menjadi tulang punggung Indonesia masuk ke pasar ekspor negara tetangga. "Ancaman akan datang dari jenis sedan, karena produksi sedan di Indonesia masih sangat lemah," beber Noegardjito.
Read More

Minggu, 07 September 2014

Layanan "Istimewa" Honda Sepeda Motor

Jakarta, KompasOtomotif - PT Astra International-Honda Sales Operation (AI-HSO/ Astra Motor) meresmikan mobil bengkel keliling, untuk melayani konsumen perusahaan atau kantor. Disiapkan dua unit mobil khusus, satu akan beroperasi di Jakarta dan Tangerang, sisanya untuk konsumen Bali.

Diharapkan, dengan adanya mobil servis keliling ini, konsumen mendapatkan servis lebih mudah, praktis, dan efisien. "Di Jakarta mestinya bermanfaat, karena banyak konsumen yang kadang merasa tidak punya waktu untuk ke bengkel," ujar Husin Rodhy, Kepala Wilayah AI-HSO Jakarta, Senin (23/6/2014).

Kembali ditegaskan, mobil servis keliling ini bisa melayani booking perusahaan dengan minimal sepeda motor yang akan diservis antara 15-25 unit. Husin mengatakan perusahaan yang ingin memanfaatkan fasilitas ini tak harus berstatus sebagai pembeli fleet (jumlah banyak) di Astra Motor Jakarta, tetapi juga semua perusahaan yang ingin memberi fasilitas untuk karyawan pengguna sepeda motor Honda, atau yang punya sepeda motor operasional Honda.

Fasilitas yang dibangun dengan investasi sekitar Rp 350 juta per unit ini menyediakan jasa servis layaknya di bengkel resmi. Disiapkan tiga mekanik senior yang sanggup menyervis 24 sepeda motor dalam sehari. Dengan catatan, jenis servisnya ringan. Suku cadang fast moving tersedia, termasuk alat-alat perbengkelan standar, berikut sarana hiburan untuk konsumen yang menunggu.

Tidak ada biaya tambahan untuk melakukan servis. Perusahaan cukup menelepon untuk janjian melalukan servis di 021-46468888 untuk wilayah Jakarta dan Tangerang, lalu 0361-438008 untuk wilayah Bali.

AI-HSO Jakarta berkomitmen untuk menambah unit servis keliling jika respons masyarakat semakin banyak. Paling tidak, tahun depan akan ditambah lagi satu unit demi melayani konsumen yang lebih luas.
Read More